Jenis-jenis Narkoba dan Miras serta asal-usulnya



A.   Ganja
Jenis ini telah dipakai sejak 8000 th yang lalu sebagai tanaman yang dapat menghasilkan serat untuk membuat benang. Mulai digunakan sebagai obat dan untuk bersenang-senang di Tiongkok sejak tahun 2727 SM. 
Ganja mulai dikenal di Eropa abad 19 melalui prajurit yang pulang dari tugas di Mesir. Awal 1900 mulai dikenal di Amerika Serikat, dan digunakan secara luas oleh anak muda tahun1960-1970 an. Populeritasnya lalu turun, kemudian meningkat lagi dikalangan siswa SMA tahun 1992. US Drug Enforcement Administration menggolongkan ganja dalam kategori I (highly restricted drug) dan melarang penanaman, peredaran dan penggunaannya.

Demikian juga di Indonesia, dalam Undang-undang tentang narkotika, ganja tergolong narkotika golongan I. Ganja mulai digunakan di Indonesia oleh anak muda pada pertengahan tahun 1960 sampai sekarang. Ganja yang beredar umumnya berasal dari Sumatera (Aceh).

B. Golongan Opioida (Candu, Morfin, Heroin)

Tanaman candu (Papaver somniferum) telah digunakan bangsa Sumeria di Timur Tengah kira-kira 6000 tahun yang lalu, untuk pengobatan dan untuk dinikmati. Merka juga mananam dan memperdagangkannya dengan negara tetangga, yang kemudian menyebar ke Mesir dan Yunani, hingga Tiongkok dan negara Asia lain. Di Eropa orang meneliti manfaat candu bagi pengobatan, dan berhasil mengisolasi senyawa aktif dari candu, yang disebut morfin. Pada tahun 1874 ahli kimia berkebangsaan Inggris berhasil mengolah morfin menjadi heroin.

Candu banyak ditanam di The Golden Triangle (segitiga emas), yaitu perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos, dan di The Goldend Crescent(bulan sabit) yaitu perbatasan Afganistan dan Pakistan, Afganistan kini merupakan produsen candu gelap terbesar di dunia (76%). Sisanya dari Myanmar, Laos, Kamboja, Meksiko, Pakistan, dan Thailand.

Candu telah dikenal di Indonesia sebelum perang dunia ke II dan dipakai oleh sebagian imigran Tiongkok. Pemerintahan kolonial Belanda bahkan mendirikan tempat-tempat khusus bagi pemadat candu, yang diatur dan diawasi secara ketat.

pemakain morfin yang berasal dari candu, mulai dikenal di Indonesia tahun 1970, kemudian beredar 1978. Mulai tahun 1995 hingga kini pemakain heroin (yang sering dikenal sebagai putaw) meluas hingga pelosok-pelosok. Peredaran heroin di Indonesia bersumber dari segitiga emas dan bulan sabit emas, yang sebagian besar dilakukan orang=orang Afrika, sebagai kurir sindeikat narkotika internasional.

C. Kokain dan Daun Koka

Daun Koka yang mengandung kokain, telah digunakan bangsa Inka, penduduk Amerika Selatan tahun 2500 SM. Orang Bolivia mengunyah daun koka sebagai obat untuk mengatasi mabuk karna daerah yang tinggi. Produsen kokain dunia tahun 2002 adalah Kolombia (72%), Peru (20%), dan Bolivia (8%). Di Indonesia hanya kalangan tertentu menggunakan kokain, sebab harganya sangat mahal.

D. Sedativa/Hiponotika (Obat penenang/tidur) 

Sedativa-hipnotika adalah golongan obat yang dipakai untuk mengobati kecemasan dan sebagai obat tidur, sejak ditemukannya tahun 1900. Disalah gunakan di Indonesia mulai tahun 1970 hingga sekarang. Paling banyak digunakan dari golongan Benzodiazepin (MG, koplo, BK, Lexo, dan Rohyp).

E. Amphetamine Type Stimulant (ATS)

Bermula dari pemakain amphetamine sebagai penekan nafsu makan, saat ini pemakain stimulansia (ATS, Amphetamine Type Stimulant), yang bersifat sintetis meningkat, terutama ekstesi (MDMA) dan shabu (metamfetamin). Ekstesi disintetis petama kali oleh ahli farmasi Jerman tahun 1914. Belanda dan Belgia adalah produsen ekstesi sehingga peredarannya meningkat di Eropa dan Amerika. Sekarang Cina dan Myanmar berkembang menjadi prodesen ATS dunia.

Penggunaan ATS di kota-kota besar di Indonesia berawal tahun 1997. Kini Indonesia tergolong produsen ekstesi dunia, dan diproduksi di laboratorium gelap berskala besar dan rumah tangga, di kota-kota Medan, Jakarta, Tanggerang, Denpasar, Batam dan Pontianak. Selain produk dalam negri, ATS di Indonesia juga berasal dari Guang Zou, RRC, yang dipasarkan melalui infrastruktur bisnis dilingkungan bisns dan hiburan.

F. Nikotin

Nikotin terdapat pada tanaman tembakau (nikotiana tabacum L), yang diduga berasal dari Afganistan, nikotin berasal dari nama Jean Nicot yang memperkenalkan mafaat zat tersebut dibidang kedokteran. Orang Indian merokok atau mengunyah tembakau sejak zaman dahulu. Colombus memperkenalkan tembakau ke Eropa, lalu menyebar ke Afrika dan Asia. Indonesia menduduki peringkat ke lima dalam jumlah perokok terbesar di dunia.

G. Alkohol

Alkohol sudah dikenal sejak 5.000 tahun yang lalu. Pertama kali orang mengenal minuman yang mengandung alkohol secara tidak sengaja, yaitu minuman sari buah yang telah dibuat lama sebelumnya dan sudah tercampur bakteri ragi. Sari buah ini mengalami proses fermentasi oleh bakteri ragi sehingga menghasilkan etanol atau etil alkohol.

Bangsa Persia kono dan Mesir kono telah mengenal proses fermentasi untuk membuat minuman alkohol, dari buah-buahan, biji-bijian, umbi, dan kaktus. Miniman alkohol diperkenalkan bangsa Arab ke Eropa pada abad 12. Di Indonesia minuman alkohol telah dikenal lama diberbagai daerah, dengan nama-nama brem, tuak, arak, ciu, legen, dan saguer.

Comments

Popular posts from this blog

DPD LAN Kaltim Siap Bantu Pemerintah Perangi Narkoba

Narkoba dan Pemberantasannya di Indonesia